PERDALAM MARICULTURE, MAHASISWA UNPATTI KUNJUNGI

BPBL AMBON

Ambon (19/7) BPBL Ambon merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki tupoksi utama dalam memproduksi benih ikan laut. Jenis ikan yang dikembangkan antara lain ikan bubara (kuwe), ikan kakap putih, ikan kerapu, dan beberapa jenis ikan hias. Kegiatan yang dilakukan mulai dari kegiatan pembenihan sampai pembesaran. pada rabu (18/9) BPBL Ambon menerima kunjungan Mahasiswa Perikanan UNPATTI beserta dosen pendamping, kunjungan tersebut dimaksudkan meningkatkan pemahaman teknis mahasiswa terhadap kegiatan budidaya laut.

            Kunjungan tersebut diawali penerimaan rombongan oleh Robianta Nurhadi selaku Kasie Uji Terap Teknik dan Kerjasama di BPBL Ambon, Robianta mengatakan bahwa BPBL Ambon saat ini masih terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi budidaya melalui perbaikan kualitas induk, manajemen pemeliharaan, monitoring keskanling dan dukungan kegiatan perekayasaan. Salah satu program prioritas DJPB yang diberikan pada BPBL Ambon adalah mampu memproduksi benih ikan sebanyak 460.000 ekor dan produksi calon induk sebanyak 2000 ekor, jelasnya.

            Kunjungan mahasiswa dilanjutkan di fasilitas produksi BPBL Ambon, fasilitas yang dikunjungi antara lain divisi produksi benih, dan laboratorium Keskanling. Pada kunjungan di divisi produksi benih, mahasiwa diajak berkeliling mengenal jenis jenis komoditas yang dibudidayakan serta manajemen budidaya yang dilakukan. Narulita teknisi produksi benih menjelaskan bahwa kegiatan produksi diawali dari tata kelola induk yang baik.  Induk yang baik akan mampu menghasilkan benih yang berkualitas asalkan manajemen budidaya yang dilakukan tepat, pungkasnya.

            Narulita menambahkan, bahwa induk diberi pakan satu kali setiap hari dengan ikan rucah segar dengan penambahan vitamin. Pemeliharaan kualitas air dilakukan dengan mengatur debit air dan kebersihan bak pemeliharaan. Untuk membantu percepatan progress pembenihan dilakukan manipulasi hormon pada induk, sehingga produksi telur dapat diatur sehingga produksi benih dapat diperhitungkan dengan baik, pungkasnya. Selain induk, pemeliharaan larva juga menjadi bagian yang sangat penting, dalam lanjutan kegiatan di divisi produksi benih, Khabib selaku petugas pelaksana di bagian ini menjelaskan “pengaturan suhu media, ketersediaan pakan alami dan grading menjadi factor penting yang harus diperhatikan”.

Mahasiwa diajarkan pemahaman informasi teknis budidaya laut dengan cukup baik, antusiasme dapat terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan disela sela kegiatan tersebut.

            Menutup kegiatan kunjungan, mahasiswa diajak untuk mengenal berbagai fasilitas laboratorium keskanling yang dimiliki oleh BPBL Ambon, dalam kegiatan tersebut Evri Noerbaeti selaku Koordinator Laboratorium menjelaskan pemeriksaan HPI dan Kualitas Air yang rutin dilakukan oleh Balai. Lebih lanjut Evri menjelaskan pemeriksaan penyakit ikan seperti perlakuan nekropsi awal, pengenalan gejala klinis, ada tidaknya inventarisir ektoparasit atau endoparasit pada ikan, uji mikrobiologi dengan media agar, uji virology dengan metode PCR, dan Histopatologi dan AAS, didalam penjelasannya bahwa secara spesifik penyakit ikan itu tidak terlepas dari 3 faktor utama yakni ikan, pathogen dan lingkungan, tandasnya menutup kegiatan.

            BPBL Ambon sangat terbuka dan mendukung kegiatan seperti ini, karena dapat membantu mahasiswa untuk belajar tentang teknis budidaya secara real di lapangan. Diharapkan penjelasan yang diberikan oleh para petugas menjadi bekal informasi dalam menunjang kelancaran kegiatan perkuliahan mereka.

 

=Humas BPBL Ambon=