Ambon (9/8) Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Dirjen Perikanan Budidaya Bpk Slamet Soebjakto, dalam rangka survey lokasi rencana pembangunan fasilitas hatchery di lingkungan BPBL Ambon, dalam kegiatan tersebut turut hadir pula Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Bpk Brahmantya Satyamurti Poerwadi, dalam kesempatan tersebut Dirjen PB dan Dirjen PRL berkenan mengecek lokasi/area pembangunan hatchery dan beberapa fasilitas produksi budidaya laut yang dimiliki oleh BPBL Ambon.

Dirjen PB mengatakan bahwa saat ini kita harus senantiasa bekerja dengan suatu terobosan yang inovatif, produktif dan efesien, penerapan teknologi canggih harus diterapkan dalam mendukung produksi budidaya laut, dalam sela kegiatan lebih lanjut dirjen menjelaskan beberapa contoh teknis seperti pembangunan fasilitas indoor pakan alami, cara tersebut dinilai efektif guna menjaga ketersediaan kultur pakan alami yang dibutuhkan bagi perkembangan larva ikan yang tentunya diperlukan sentuhan teknologi modern. Kegiatan pembenihan ikan konsumsi laut seperti kakap putih (Lates calcarifer) dan ikan Kuwe (Caranx sp) di BPBL Ambon sudah menunjukan progress yang cukup baik, pemberian pakan segar dengan tambahan vitamin mineral secara rutin dinilai efektif untuk meningkatkan TKG (Tingkat Kematangan Gonad) pada induk dan menjaga kestabilan produksi telur, stimulasi hormon pada induk yang telah matang gonad juga membantu mempercepat pemijahan. Pada kesempatan tersebut, Heru selaku koordinator divisi produksi benih menjelaskan bahwa permasalahan yang sering muncul adalah kematian larva dan benih akibat fluktuasi suhu media pemeliharaan, lebih lanjut heru mengatakan kondisi cuaca beberapa minggu ini di kota Ambon berubah-ubah sehingga berdampak pada kualitas media pemeliharaan terutama suhu, upaya yang telah dilakukan pemasangan heater pada bak-bak pemeliharaan benih, jelasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut Dirjen PB memberikan beberapa solusi yang dapat dilakukan, pertama adalah penanganan benih yang baik (terutama saat melakukan grading) harus melihat kondisi benih dan media budidaya, kedua tata kelola media pemeliharaan dan penerapan teknologi resirkulasi (pergantian media pemeliharaan), dan yang terpenting suhu air harus dijaga diatas 300C, pungkasnya.

Kedepan dengan adanya pembangunan fasilitas hatchery baru ini diharapkan BPBL Ambon menjadi balai sentra produksi benih dengan teknologi termodern dan mampu memenuhi kebutuhan benih ikan untuk masyarakat luas.

 

=Humas BPBL Ambon=