Ambon (29/11) Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Tinggal Hermawan, S.Pi, M.Si berkesempatan melakukan dialog interaktif hasil kerjasama dengan RRI Ambon. Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai menyampaikan beberapa point terkait pengembangan budidaya laut khususnya di Maluku. BPBL Ambon merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki tugas pokok dan fungsi, dalam melakukan produksi calon induk , produksi benih, pengembangan teknologi budidaya laut melalui paket perekayasaaan, pendampingan aplikasi teknologi perekayasaan di masyarakat, pendampingan terkait kesehatan ikan dan lingkungan serta menjadi salah satu destinasi wisata edukasi bagi stakeholder untuk mengenal budidaya laut lebih dekat dan tentunya mengenal ikan untuk tingkatkan konsumsi ikan.

Tinggal menambahkan bahwa peran BPBL Ambon dalam pengembangan Budidaya Laut di Maluku adalah menjaga dan mendukung sinergitas program program kelautan perikanan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah, salah satunya dengan beberapa program bantuan yang diluncurkan pada masyarakat pembudidaya, seperti bantuan benih dan sarana prasarana budidaya, Pemda memiliki andil dalam menyeleksi administrasi dan legalitas kelompok serta sebagai pendamping calon penerima, ungkapnya.

Proses pengembangan budidaya laut seringkali terkendala oleh area wilayah kerja yang cukup luas, beberapa daerah seringkali jarang termonitor terkait kegiatan budidayanya disinilah peran Pemda setempat dalam melakukan koordinasi dengan balai supaya program yang BPBL laksanakan dapat tepat sasaran. Balai memiliki tenaga SDM yang cukup baik dalam bidang budidaya laut didukung oleh perekayasa, pengawas perikanan dan Pengendali Hama Penyakit Ikan, ungkap Tinggal.

Tinggal menjelaskan lebih lanjut bahwa “Program Prioritas di TA. 2018 antara lain produksi calon induk 6000 ekor dan produksi benih 1,8 juta ekor serta pendampingan dan diseminasi rumput laut kultur jaringan di Maluku Tengah”. Pengusulan program bantuan harus memenuhi standar kelayakan teknis dan administrasi, antara lain harus dalam bentuk kelompok bukan perseorangan, terdaftar di dinas KP setempat dan telah berbadan hukum. Program bantuan diprioritaskan bagi kelompok – kelompok pembudidaya yang kondisinya masih lemah, karena bantuan ini berfungsi sebagai pemacu agar kegiatan budidaya kelompok tersebut dapat berjalan dengan baik, dan pembudidaya menjadi mandiri dan sejahtera.

Di akhir kegiatan kepala balai mengatakan rencana Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon kedepan adalah menjadikan pembudidaya yang berdaulat, mandiri dan sejahtera dan tentunya dengan kegiatan budidaya yang lestari dan berkelanjutan, pungkasnya.

 

==DR== Humas BPBL Ambon