Ambon (16/5), Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon berkesempatan menjadi tujuan kunjungan CPNS Golongan II Kanwil Maluku Kementerian Hukum dan HAM, acara yang digagas oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Maluku merupakan rangkaian kegiatan pengenalan lapangan terkait pembentukan karakter dan penguatan kompetensi teknis bagi CPNS Baru.

Rombongan disambut oleh Kasie Uji Terap Teknik dan Kerjasama, Robianta Nurhadi dalam paparannya mengatakan bahwa peran aktif BPBL Ambon dalam menunjang ketersediaan benih dan calon induk terutama bidang perikanan laut dituangkan dalam beberapa program prioritas. Program yang digulirkan kepada masyarakat pembudidaya antara lain program bantuan benih ikan serta rumput laut kultur jaringan.

               Lebih lanjut Robianta menjelaskan, untuk menjawab isu terkait kebutuhan benih yang semakin meningkat guna menggenjot nilai produksi budidaya laut, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon senantiasa berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan mencari cara atau terobosan terkait teknis budidaya melalui berbagai macam kegiatan perekayasaan. Salah satu upaya yang saat ini telah dirasakan adalah perekayasaan pembenihan ikan bubara/kuwe dengan menggunakan hormon, cara ini ternyata dinilai efektif dalam mempercepat kematangan gonad dan pemijahan ikan bubara sehingga produksi benih secara massal dapat dilakukan.

               Dalam kesempatan kunjungan kali ini, peserta berkesempatan melakukan dialog interaktif dengan beberapa petugas teknis dilingkungan BPBL Ambon, yang dijadikan pertanyaan adalah apakah dalam kegiatan budidaya di masyarakat banyak ditemui kendala, dan bagaimana solusinya?ungkap salah seorang peserta. Secara umum petugas menjelaskan permasalahan teknis budidaya terutama budidaya laut salah satunya adalah masalah ketersediaan pakan, kebutuhan pakan yang cukup besar berpengaruh pada nilai produksi yang harus dikeluarkan, untuk budidaya laut sendiri khususnya di Maluku masih mengandalkan pakan ikan segar, dan pada musim tertentu ketersediaan pakan segar cukup terbatas. Masalah lain adalah perubahan lingkungan perairan tempat budidaya, perubahan musim menyebabkan fluktuasi parameter kualitas air yang cukup signifikan, untuk mengatasi hal tersebut, BPBL Ambon melakukan pendampingan teknis bagi para pembudidaya melalui para pengawas perikanan dan pengendali hama penyakit ikan diharapkan dengan adanya pendampingan ini kegiatan budidaya ikan di masyarakat menjadi lebih baik”, jelasnya.

               Naiknya nilai produksi budidaya tentunya diharapkan mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan pembudidaya, meningkatkan kemampuan daya beli sehingga masyarakat pembudidaya dapat hidup dengan layak.